Teknologi printer dapat dibagi menjadi 2 kategori utama dimana terdapat beberapa jenis teknologi pada masing-masing kategiri utama.
Kontak
Jenis teknologi ini memiliki mekanisme yang menyentuh secara langsung media (kertas). Untuk teknologi ini dapat dibagi menjadi
Dot Matrik Printer, teknologi yang menggunakan serangkaian pin kecil untuk menyentuh pita yang dilapisin oleh tinta sehingga tinta dapat berpindah ke media kertas pada titik kontaknya
Karakter Printer, merupakan mesin tik yang terkomputerisasi. teknologi serangkaian lengan dengan karakter tertentu (huruf atau angka) yang timbul dipermukaan pada masing-masing lengan. karakter yang dipilih akan menekan atau memukul pita tinta yang kemudian di transfer ke kertas. Teknologi ini memiliki kelemahan pada karakter-karakter tertentu
Non Kontak
Printer ini tidak menyentuh secara langsung ke media kertas, beberapa jenis teknologi ini antara lain:
Inkjet Printer, yang menggunakan nozzel yang dipanaskan dan menembak secara langsung ke media kertas
Laser Printer, menggunakan tinta kering (toner), listrik stastik dan pemanas untuk mengarahkan dan mengikat tinta pada kertas
Solid Tinta, mengandung tinta yang beroperasi seperti lilin yang meleleh dan kemudian diletak pada kertas
Dye-Sublimation Printer, printer ini memiliki gulungan film yang panjang dan transparan yang terdiri dari lembaran merah, biru, kuning dan abu-abu. tertanam dalam gulungan ini adalah pewarna padat yang sesuai dengan warna dasar dalam percetakan. kepala cetak (print head) menggunakan element pemanas dengan beberapa variasi suhu yang disesuaikan dengan jumlah warna tertentu yang ingin diterapkan.
Thermal Wax Printer, memiliki tinta berbahan celupan dan padat yang dicangkokkan, printer ini memiliki pita yang berwarna warna dasar merah, biru, kuning dan abu-abu. Pita lewat di depan kepala print (head print) yang memiliki pin-pin panas.Pin-pin panas menyebabkan lilin cair dan mengenai kertas dimana kemudian akan mengeras kembali
Thermal Printer Autochrome, memiliki 3 lapis warna yaitu cylan, magenta dan kuning. Setiap lapisan diaktifkan oleh suhu tertentu. Pemanasan pada lapisan ini didapat dari element pemanas yang berada di print head. Print head akan melewati 3 kali media kertas agar dapat memberikan suhu yang diinginkan
Bagaimana kerja printer berwarna
Pada awalnya kebanyakan printer hanya menyediakan warna hitam yang di cetak diatas kertas putih (printer monochrome), namun seiring perkembangan teknogi maka printer berwarna dapat di jumpai dimana-mana.
Printer berwarna pada dasarnya memiliki proses kerja yang sama dengan printer monochrome kecuali printer berwarna melalui sebuah empat kali proses pewarnaan yaitu biru (cyan), merah (magenta), kuning dan hitam.
Dengan meng-kombinasi-kan ke empat warna tersebut ditambah dengan beberapa variasi takaran maka printer berwarna akan dapat menghasil semua warna yang diinginkan...
Bagaimana processnya...
Ada beberapa cara
- Beberapa model printer memiliki proses perwarnaan satu persatu sesuai dengan tampilan yang dibutuhkan, beberapa kali perwarna akan melewati kertas sampai warna yang telah di tentukan tercapai
- Beberapa printers akan menambahkan warna ke sebuah pelat sebelum ditempatkan pada kertas
- Beberapa printer yang cukup mahal akan memiliki sebuah printer unit yang lengkap dimana terdiri dari sebuah sistem laser, sebuah tabung dan sebuah sistem pewarna untuk masing-masing warna. Kertas hanya melewati secara cepat untuk setiap kepala tabung pewarna untuk mengumpulkan senua warna







0 komentar:
Posting Komentar